Pendahuluan
Masih banyak orang nyebut semua tempat produksi baju itu “konveksi”. Padahal di dunia produksi pakaian, ada tiga sistem berbeda: konveksi, garment, dan makloon. Salah paham soal ini sering bikin klien salah pilih vendor, ujung-ujungnya biaya bengkak atau produksi gak sesuai harapan.
Di artikel ini, kita bahas perbedaan konveksi, garment, dan makloon secara lengkap + contoh real, biar kamu tahu mana yang paling cocok buat kebutuhan produksi kamu.
1. Apa Itu Konveksi?
Konveksi adalah usaha produksi pakaian skala kecil hingga menengah, biasanya mulai dari puluhan sampai ratusan pcs.
Ciri utama konveksi:
- MOQ relatif kecil (misalnya 1–5 lusin)
- Bisa diskusi detail (bahan, model, ukuran)
- Cocok untuk brand UMKM, seragam, komunitas
Contoh:
Brand baju muslim pesan 60 pcs gamis dengan size mix → konveksi paling cocok.
2. Apa Itu Garment (Pabrik Garmen)?
Garment adalah pabrik produksi pakaian skala besar dengan sistem industri penuh.
Ciri utama garment:
- Produksi ribuan hingga puluhan ribu pcs
- Sistem line produksi besar
- MOQ tinggi
- Kurang fleksibel untuk custom kecil
Contoh:
Brand nasional produksi 20.000 pcs kaos untuk distribusi nasional → garment.
3. Apa Itu Makloon?
Pada dasarnya, makloon adalah sistem kerja sama produksi. Dalam skema ini, klien menyediakan sebagian atau bahkan seluruh bahan, sementara itu pihak konveksi atau garment hanya mengerjakan proses tertentu, biasanya pada tahap penjahitan.
Ciri utama makloon:
- Klien pegang bahan & desain
- Vendor fokus ke pengerjaan
- Kontrol ada di klien, tapi perlu pengalaman
Contoh:
Brand sudah punya kain & pola sendiri, tinggal cari tukang jahit massal → makloon.
4. Perbedaan Konveksi, Garment, dan Makloon (Ringkas)
| Aspek | Konveksi | Garment | Makloon |
| Skala produksi | Kecil–menengah | Besar | Fleksibel |
| MOQ | Rendah | Tinggi | Tergantung |
| Fleksibilitas | Tinggi | Rendah | Sedang |
| Bahan dari klien | Opsional | Jarang | Wajib |
| Cocok untuk | UMKM, seragam | Brand besar | Brand berpengalaman |
5. Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?
Pilihannya simpel:
- Baru mulai brand → Konveksi
- Produksi massal besar → Garment
- Sudah paham bahan & supply chain → Makloon
Jangan maksa garment kalau masih butuh fleksibilitas. Jangan makloon kalau belum paham bahan.
Insight Profesional
Di Salmankonveksi, klien bisa pilih:
- Produksi full konveksi (kami urus dari bahan sampai kirim)
- Atau sistem makloon (klien supply bahan, kami handle produksi)
Oleh karena itu, sistem ini cocok untuk UMKM hingga brand yang sedang scale-up, sehingga kamu tidak perlu langsung lompat ke garment besar terlalu cepat.
Penutup
Sekarang, kamu sudah paham perbedaan konveksi, garment, dan makloon beserta contohnya. Dengan begitu, kunci aman produksi bukan hanya soal mencari yang paling murah, melainkan memilih sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan serta kapasitas bisnis kamu. Selanjutnya, di artikel berikutnya, kita akan membahas Sistem Kerja Konveksi yang Sehat dan Transparan, Ini penting buat kesehetan dan kemajuan brand kamu.



